When the universe has nothing to be offered, this is the state I am in. Contemplating thoughts.

 

Do You Think God is An Interventionist?

I do.

Saya berani mengatakan ini bukan tanpa alasan.

Tuhan-ku, Tuhan-mu, Tuhan kita, Tuhan yang itu, Tuhan yang dengan berbagai bahasa kita sebut, Tuhan yang Maha Tahu itu, memang senang mengintervensi umatnya. Mengintervensi apa-apa yang diciptakannya.

Manusia mengintervensi urusan manusia lainnya, tentu tidak etis. Tentu salah. Mengintervensi urusan orang lain itu, salah, mutlak. Bagaimana kalau Tuhan yang serba ini itu, yang Maha ini-itu sebagai pengintervensi?

Tuhan itu, paling tahu kebutuhan manusia ciptaannya. Tentu Dia serba tahu, Dia yang merancang semua yang ada di dunia ini, toh? Yang kelihatan, yang tidak kelihatan, dari partikel terkecil dan tidak kasat mata, sampai segala benda berukuran raksasa yang bahkan belum diketahui rupanya, Dia yang buat. Dan Tuhan selalu punya rencana yang lebih matang dari kita, manusia.

Kalau seorang arsitek merancang bangunan, atau teknisi industri merancang pabrik, atau seorang teknisi manufaktur merancang pipa-pipa kilang minyak, tentu mereka punya rencana “mau diapain ini ciptaan gue”, kan?

Tuhan juga begitu. Dia yang Maha Tahu itu tidak mungkin sembarangan menciptakan benda-benda macam manusia ini tanpa rencana. Yah namanya benda ciptaan, dalam pengerjaannya, sampai jadi tentu ada hal-hal tak terduga. Seperti pembangunan bangunan ngaret jadwal untuk arsitek, atau pekerja pabrik mendadak mogok kerja untuk teknisi industri, atau kilang minyak yang disapu ombak untuk teknisi manufaktur. Tuhan juga gitu. Kita manusia sering bebal dan tidak mengindahkan peraturan Tuhan, makanya hal-hal menyebalkan sering terjadi sama kita. Hal-hal tidak sesuai keinginan ini, bisa jadi hukuman, cobaan, or both.  Hal-hal tidak sesuai keinginan yang kadang-kadang menyebalkan ini, intervensi Tuhan.

1.     entah kita sedang ngapain, kalau diintervensi Tuhan, berarti yang kita lakukan ini bukan hal yang benar untuk kita, bukan hal yang baik untuk kita

2.     intervensi Tuhan ini untuk mengingatkan bahwa Sang Empunya nyawa ini mengawasi segala tindakan kita, bahwa tidak setiap perilaku kita itu direstui Tuhan

3.     Tuhan itu sayang umatnya, sayang ciptaannya. Intervensi oleh-Nya itu untuk meluruskan segala yang salah oleh kita.

Karena tidak ada yang salah dengan Tuhan, tidak ada yang keliru dengan intervensi-Nya. Tidak ada yang lebih tahu dari Tuhan. Jadi, tentu Tuhan itu adalah intervensionis. Kalau Saudara hendak mengintervensi, silahkan.